Kelebihan dan Kekurangan Shared Hosting yang Harus Kamu Tahu

Jika bicara mengenai Hosting maka ada 5 jenis hosting yang umumnya digunakan, yaitu Shared Hosting, Virtual Privat Server (VPS), Cloud Hosting, WordPress Hosting dan Dedicated Server Hosting. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Namun, pada tulisan kali ini Om Baldan memfokuskan dulu tentang Apa Itu Shared Hosting serta Kelebihan dan Kekurangan dari Shared Hosting.

Apa Itu Shared Hosting?

Shared hosting alias hosting bersama, pada dasarnya adalah membagi sumber daya server dan ruang pada drive yang disediakan oleh provider hosting untuk digunakan bersama oleh beberapa website atau ke banyak klien.

Jika boleh mengibaratkan, Shared Hosting itu tak ubahnya seperti kita menyewa rumah kontrakan atau apartment untuk digunakan berjamaah.

Kalau kamu adalah kontraktor (kontrak sana kontrak sini) tentu kamu sangat paham soal ini. Hehehe..

Jadi, intinya bahwa pengguna layanan shared hosting nantinya bakal saling berbagi resource serta kapasitas server secara bersamaan.

Pengguna sendiri juga cuma akan diberikan hak akses terbatas ke server dan setting server yang telah didetetapkan oleh penyedia server.

Kelebihan dan Kekurangan Shared Hosting

Seperti yang telah saya singgung di awal tulisan, bahwa pada pemakaian layanan setiap hosting yang ada tentu semuanya mempunyai kelebihan serta kekurangan.

Berikut saya uraikan kelebihan dan kekurangan shared hosting yang banyak menjadi pilihan populer bagi website-website yang baru lahir:

Kelebihan Shared Hosting

Kelebihan dan Kekurangan Shared Hosting 1

Berikut adalah keuntungan yang didapatkan jika kita menggunakan layanan shared hosting

1. Harganya Murah

Jika kita bandingkan dengan tipe hosting yang lain, shared hosting adalah pilihan yang paling cocok untuk kamu yang budgetnya terbatas. Kenapa kok murah?

Ya, seperti saya jelaskan sebelumnya yaitu karena pada setiap server yang disediakan, kamu sebagai pengguna akan berbagi ruang dan sumber daya dengan pengguna yang lainnya.

2. Fokus Mengelola Website

Shared hosting sepenuhnya akan dikelola penuh oleh provider hosting tersebut, dengan begitu kamu tidak perlu cemas atau takut dengan segala hal yang berkaitan dengan kinerja hosting.

Karena kamu tidak perlu lagi kerepotan dalam mengurusi kinerja server dan tentunya hal ini dapat menghemat biaya juga.

Dalam hal ini kamu sebagai pengguna sangat diuntungkan karena kamu bisa fokus pada pengelolaan website atau blog kamu saja, lebih fokus membuat konten, dan lebih fokus pada hal-hal yang lebih utama. 

Baca: 9 Cara Membuat Konten Website yang Baik dan Berkualitas

3. Mudah Digunakan

Tidak jauh berbeda dengan poin sebelumnya, memakai shared hosting tentunya akan memudahkan kamu juga, karena nantinya segala operasional server akan diambil alih oleh provider hosting itu sendiri.

Sehingga bagi kamu yang masih pemula, tidak paham mengenai pemrograman masih tetap bisa mengelola website kamu sendiri.

Terkecuali jika nanti pengunjung situs kamu sudah banyak atau trafik sudah tinggi, barulah kamu bisa mempertimbangkan untuk mengupgrade layanan hosting kamu ke level di atasnya. Seperti, VPS atau dedicated server.

Dan tentunya jika sudah memutuskan memakai jenis server seperti itu, kamu sudah harus belajar sedikit demi sedikit mengenai pemrograman.

4. Maintenance Lebih Mudah

Hal teknis yang paling merepotkan juga jika kita mengelola website adalah Maintenance Server.

Syukurnya, karena proses maintenance server jika menggunakan shared hosting tidak perlu kamu pikirkan lagi karena semuanya sudah dikendalikan penuh oleh perusahaan penyedia layanan hosting.

5. Cocok untuk Blog dan Web Bisnis

Seperti yang kamu baca sebelumnya bahwa layanan shared hosting harganya sangat murah, maka menurut saya layanan ini sangatlah cocok bagi kamu yang baru memulai membuat Blog atau website.

Selain itu sangat pas di anggaran bagi kamu yang  bisnisnya masih berskala kecil namun mau mempunyai website bisnis.

6. Akses ke Control Panel

Saat kamu menggunakan layanan shared hosting, maka pengelolaan website atau blog kamu tentunya akan lebih mudah lagi karena kamu akan diberikan akses control panel.

Dengan control panel ini, kamu dapat memanfaatkan banyak fitur yang disediakan, seperti Install CMS, upload file, mengelola email, dan banyak lagi yang lain.

Kekurangan Shared Hosting

Kelebihan dan Kekurangan Shared Hosting 2

Shared Hosting selain punya banyak keuntungan dan kelebihan saat menggunakannya, ia juga punya kekurangan. Apa saja?

Berikut penjelasannya

1. Kontrol Server Terbatas

Penyedia layanan shared hosting tidak memberikan banyak ruang untuk akses ke server, sehingga kontrol kamu sebagai pengguna akan sedikit terbatas.

Hal tersebut terjadi sebab pada shared hosting akses penuh dikuasai penuh oleh penyedia layanan hosting, jadi pengelolaan seluruhnya diambil alih oleh penyedia server.

2. Kurang Aman

Karena shared hosting memberikan ruang yang lumayan luas dalam satu server, pastinya hal tersebut berpotensi terjadinya penyalahgunaan akses fitur yang lain.

Jika itu yang terjadi, maka itu akan sangat mempengaruhi server, terlebih lagi sangat rentan keamanannya.

3. Berpotensi Crash

Crash bisa terjadi sewaktu- waktu disebabkan karena jenis layanan shared hosting ini ada banyak pengguna di dalam satu server.

Ada banyak website/aplikasi lain yang berjalan di server yang sama kamu gunakan.

Beban berat yang paling sering ditemukan adalah ketika ada traffic, pastinya bakal berpengaruh terhadap kinerja server yang potensial terjadi crash.

4. Pemakaian Aplikasi Lain yang Terbatas

Bila kamu memakai shared hosting, tentu kamu tidak bisa menjalankan software atau aplikasi yang lain dalam waktu bersamaan, kecuali hanya aplikasi yang sudah ditawarkan oleh provider hosting tersebut.

Pastinya hal tersebut rada menyulitkan buat pengguna lebih- lebih yang masih pemula.

Tips Memilih Penyedia Hosting

Tips Memilih Penyedia Hosting

Saat ini, perusahaan penyedia hosting semakin ramai. Mereka berlomba-lomba menawarkan layanan yang terbaik dengan harga yang kompeititif.

Saking ramainya, tidak sedikit pengguna yang akhirnya kebingungan memilih penyedia mana yang akan mereka gunakan.

Maka dari itu, saya punya sedikit tips agar membantu kamu dalam memilih penyedia hosting

1.  Cek Siapa Usernya

Guna memastikan kualitas layanan dari sebuah provider hosting, kamu bisa mengecek siapa saja sih yang sudah menggunakan layanannya.

Dengan mengetahui siapa-siapa saja yang telah menjadi penggunanya, kita bisa tahu kualitas bisnisnya.

Tapi ingat, daftar klien yang tercantum di website mereka atau testimoni yang diberikan jangan langsung percaya 100% begitu saja ya.

Jika memang memungkinkan, coba deh kroscek dan pastikan bahwa apa yang ditampilkan di sana bukanlah fiktif atau palsi.

2. Data Storage & Bandwidth

Selanjutnya, cek total bandwidth dan penyimpanan data yang disediakan penyedia hosting tersebut.

Tentunya, kamu harus menyesuaikan antara kapasitas yang disediakan dalam sebuah paket layanannya dengan kebutuhan website yang akan kamu bangun.

Tujuannya agar website kamu dapat bekerja secara maksimal

Cek Harganya

Pilihlah penyedia hosting yang menawarkan harga yang wajar. Dalam artian tidak berlebihan dan tentunya masuk akal.

Mungkin kamu akan menemukan promo dan harga yang sangat tidak masuk akal, apalagi di saat ini di mana penyedia hosting semakin menjamur dan persaingannya cukup ketat.

Tentu semuanya akan berlomba merebut pengguna.

Jika pun benar yang ditawarkan adalah harga promo, biasanya harga tersebut hanya berlaku di tahun pertama saja, untuk itu sebaiknya kamu mengecek juga harga di tahun ke-2 dan tahun berikutnya.

Kalau mau melihat apakah harga yang ditawarkan masih tergolong wajar atau tidak, kamu bisa bandingkan dengan harga yang ditawarkan penyedia lain dengan spesifikasi yang relatif sama.

Customer Support yang Responsif

CS adalah bagian yang menjadi perhatian paling penting bagi saya, tentunya buat kamu juga.

Karena, sewaktu-waktu kamu dapat menemui masalah hosting dan bisa saja menimpa website kamu kapan saja.

Nah, agar mengantisipasi hal-hal yang tidak kamu inginkan, pilihlah provider hosting yang mempunyai layanan support ke konsumen yang baik.

Bahkan, pilihlah yang CS nya dapat dihubungi 24 jam, baik melalui telepon, email, live chat.

Cek Script yang Disediakan

Terakhir adalah cek dukungan script yang disediakan. Misal kamu mau membuat website menggunakan wordpress, tentu kamu harus memastikan bahwa penyedia hosting yang ingin kamu gunakan punya mensupport script CMS WordPress

Baca: Cara Membuat Website dengan WordPress (Tutorial Step by Step)

Nah, kira-kira itulah tips sederhana dari saya.

Jika boleh merekomendasikan, saya pribadi menyarankan kamu melirik beberapa penyedia hosting berikut:

Untuk Lokal: Niagahoster, Rumahweb, Domainesia, Qwords. Sedangkan untuk luar negeri, saya rekomendasikan di antaranya adalah: Namecheap, Hawkhost, dan HostGator.

Tentunya masih banyak lagi yang lain selain yang saya sebutkan, tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya cukup puas memakai layanan mereka.

Selain stabil, tentunya paling utama dari sisi customer handling, yaitu ketika website saya atau klien saya bermasalah, mereka rata-rata sangat mudah dihubungi, responnya tidak lambat dan cukup memuaskan.

Oh ya, jika pilihan kamu jatuh pada Niagahoster, saya ada kupon diskon 5% buat kamu jika memang dibutuhkan.

Cukup masukkan kode kupon “ombaldan” (tanpa tanda petik) saat kamu order layanan di sana.

Baca Juga:

Kesimpulan

Masih banyak sih sebenaranya kelebihan dan kekurangan dari shared hosting. Tapi, intinya seperti yang sudah dijelaskan pada poin-poin di atas.

Kamu tidak perlu khawatir berlebihan setelah membaca sisi kekurangannya, karena jika kamu mencari yang sempurna, maka kamu tidak akan pernah menemukannya.

Saya pun sudah mencantumkan penyedia hosting yang recommended, tinggal kamu pilih salah satunya.

Semoga Bermanfaat

Om Baldanhttps://ombaldan.id
Halo, Saya Om Baldan. Saya seorang Ayah dari 3 Anak dan Suami dari Seorang Istri yang Penuh Cinta. Profesi saya sebagai Fulltime Internet Marketer dan Onlinepreneur yang juga masih terus belajar.

Artikel Terkait

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here