Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan Sebuah Produk, Mudah!

Paham tentang cara menghitung harga pokok penjualan (HPP) adalah hal yang harus dikuasai oleh pebisnis atau pengusaha di bidang barang/jasa. Harga Pokok Penjualan juga disebut dengan Cost of Goods Sold (COGS).

Perhitungan Harga Pokok Penjualan bertujuan untuk mengetahui berapa banyak produksi yang dilakukan dalam memproduksi barang/jasa. Dengan menghitung Harga Pokok Penjualan, kamu bisa memperkirakan keuntungan yang didapatkan.

Jika ingin mendapatkan perhitungan Harga Pokok Penjualan yang tepat, kamu harus mengetahui komponennya terlebih dahulu.

Komponen dalam Harga Pokok Penjualan

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Terdapat tiga komponen yang harus digunakan dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan barang/jasa. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Persediaan Awal Barang Dagang

Setiap perusahaan dagang tentunya harus menghitung jumlah ketersediaan barang/jasa yang ada. Perhitungan ini umumnya dilakukan saat awal periode berlangsung.

Persediaan awal barang dagang menjadi komponen pertama yang harus diperhatikan sebelum kamu menghitung Harga Pokok Penjualan. Persediaan awal barang terdiri dari stok barang yang ada dan digunakan saat proses produksi.

Jika menghitung persediaan awal barang dagang, maka perusahaan tidak akan kehabisan stok. Saat stok barang tidak tersedia, perusahaan akan mengalami penurunan laba.

2. Persediaan Akhir Barang Dagang

Tidak hanya persediaan awal saja, namun persediaan akhir barang dagang juga harus dihitung. Persediaan akhir barang dagang dapat diketahui melalui data perusahaan yang sudah sesuai dan ada di akhir periode tahun.

Cara kerja dari persediaan akhir barang dagang adalah mengurangi stok yang akan dijual.

Namun, tidak semua barang di awal periode dimasukkan ke dalam proses produksi. Sehingga, nantinya ada sisa stok yang bisa digunakan dalam proses selanjutnya.

3. Pembelian Bersih

Setiap perusahaan juga harus melakukan pembelian barang, mulai dari tunai hingga kredit. Tujuan dari pembelian bersih adalah menjaga stok barang agar tetap aman. Untuk menghitung pembelian bersih, maka kamu juga harus menghitung biaya transportasinya.

Kamu bisa mengurangi biaya pembelian jika mendapatkan diskon dari barang yang dibeli. Biaya transportasi juga disertakan dalam bagian pembelian, karena memengaruhi jumlah transaksinya.

Jika kamu mendapatkan diskon, maka biaya pembelian bersih akan berkurang. Lalu, seluruh komponen transaksi akan dihitung menjadi pembelian bersih.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan perusahaan dagang

Cara menghitung Harga Pokok Penjualan pada perusahaan dagang bisa dilakukan dalam beberapa tahapan. Masing-masing dari tahap tersebut memiliki rumus perhitungan yang berbeda, yakni:

1. Hitung Penjualan Bersih

Penjualan bersih menjadi salah satu komponen pemasukan yang diterima perusahaan. Ada beberapa komponen perhitungan dalam penjualan bersih, yaitu retur, diskon dari perusahaan hingga penjualan kotor. Berikut ini adalah rumus perhitungannya:

Penjualan Bersih = Penjualan(Retur penjualan + Potongan penjualan) 

Penjualan bersih bertujuan untuk mengetahui retur barang yang dilakukan oleh pembeli sebagai barang dalam kondisi yang kurang baik. Sebenarnya, retur bisa mengurangi penjualan, karena cukup merugikan perusahaan.

Khusus penjualan bersih, perusahaan tidak akan menghitung biaya pengiriman. Hal itu dikarenakan biaya kirim ditanggung oleh pembeli.

2. Hitung Pembelian Bersih

Perusahaan juga harus menghitung pembelian bersih. Dalam perhitungan tersebut, komponen biaya kirim yang ditanggung oleh perusahaan saat pembelian barang harus diikutsertakan.

Pembelian Bersih = (Pembelian + Biaya Kirim Pembelian)(Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

Komponen yang termasuk ke dalam pembelian bersih adalah biaya kirim, pembelian kotor, retur pembelian, dan potongan pembelian.

3. Hitung Harga Pokok Penjualan

Setelah seluruh komponen di atas sudah dihitung, maka kamu harus menghitung Harga Pokok Penjualan. Untuk menghitungnya, ada rumus yang bisa digunakan:

Harga Pokok Penjualan = Persediaan Awal Barang DagangPersediaan Akhir Barang Dagang

Kamu harus berhati-hati dan teliti saat menghitung Harga Pokok Penjualan, karena bisa berakibat fatal jika ditemukan kesalahan.

Cara menghitungnya pun tidak terlalu sulit, tetapi kamu tetap harus memahami laporan keuangan perusahaan. Berikut ini adalah contoh perhitungan HPP:

Cara-perhitungan-Harga-Pokok-Penjualan-di-Excel
Sumber: Beecloud.id


Cara perhitungan Harga Pokok Penjualan di Excel cukup sederhana, karena tidak semua komponen harus dimasukkan. Namun, setiap komponen harus dilakukan perhitungan dengan benar.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan pada Perusahaan Manufaktur

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan manufaktur

Cara menghitung HPP perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur sangat berbeda. Secara garis besar, perusahaan manufaktur memproduksi barang dagangan, mulai dari bahan baku hingga menentukan HPP nya sendiri.

1. Seluruh Bahan Baku yang Digunakan

Sebagai perusahaan yang memproduksi barang dagangannya, maka perusahaan manufaktur membutuhkan bahan baku mentah. Bahan baku menjadi poin utama dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan.

Perusahaan juga harus menentukan jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk memproduksi barang dagangan. Untuk menentukan jumlahnya, kamu bisa melihatnya dari seberapa banyak bahan baku yang tersisa di akhir periode.

Lalu, nantinya ditambahkan dengan pembelian selama periode itu berlangsung. Berikut ini adalah cara perhitungan bahan bakunya:

Bahan Baku yang Terpakai = Saldo Awal Bahan Baku + Pembelian + Saldo Akhir Bahan Baku

2. Biaya Produksi Lainnya

Produksi barang akan dimulai dari bahan baku mentah hingga dipasarkan secara luas kepada masyarakat. Proses tersebut tentunya memakan waktu yang cukup panjang,

Sebab, ada biaya lainnya yang harus dihitung sebelum proses tersebut dilakukan. Biaya produksi lainnya yang harus dihitung oleh perusahaan manufaktur adalah tenaga kerja, listrik, maintenance hingga reparasi.

3. Hitung Total Biaya Produksi

Saat ingin menghitung harga pokok produksi, maka perusahaan manufaktur harus mengetahui total biaya produksinya. Total biaya produksi juga bisa disebut dengan harga pokok produksi.

Hal yang harus dilakukan untuk menentukan total biaya produksi adalah bahan baku yang telah diproses di awal periode, lalu ditambah dengan bahan baku tidak pokok (overhead atau tenaga kerja langsung).

Setelah itu, kamu bisa menguranginya dengan stok barang yang masih tersisa di gudang pada akhir periode. Berikut ini adalah rumusnya:

Total Biaya Produksi = Bahan Baku yang Digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi

4. Hitung Harga Pokok Produksi

Setelah mengikuti langkah di atas, kamu hanya tinggal menghitung harga pokok produksinya. Cara menghitung harga pokok produksi adalah sebagai berikut:

Harga Pokok Produksi = Total Biaya Produksi + Persediaan Barang dalam Proses Produksi AwalPersediaan Barang Proses Produksi Akhir

5. Hitung Harga Pokok Penjualan

Langkah terakhir adalah menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP). Untuk menentukan HPP, rumusnya sebagai berikut:

Harga Pokok Penjualan = Harga Pokok Produksi + Persediaan Barang AwalPersediaan Barang Akhir

Perbedaan Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan sebuah produk

Masih banyak orang yang bingung saat membedakan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan harga jual. Nyatanya, kedua istilah tersebut memiliki arti dan cara perhitungan yang berbeda. Namun, Harga Pokok Penjualan dan harga jual saling berkaitan.

Singkatnya, HPP adalah seluruh biaya langsung yang dikeluarkan oleh perusahaan dagang untuk menawarkan barang/jasa kepada konsumen. Sementara untuk harga jual, besaran biaya atau harga yang dibebankan oleh perusahaan kepada konsumennya.

Artinya, harga jual adalah harga akhir yang ditentukan oleh perusahaan saat produknya dipasarkan. Untuk menentukan harga jual, kamu harus melihat HPP terlebih dahulu untuk memproduksi barang/jasa yang ditawarkan.

Cara menghitung harga jual adalah menjumlahkan biaya produksi dan non-produksi, kemudian jumlah keuntungan yang dihasilkan. Berikut ini adalah cara menghitung harga jual:

Harga Jual = Harga Produksi + Harga Non-produksi + Keuntungan yang Diinginkan

Selain itu, ada dua metode yang bisa dilakukan untuk menentukan harga jual, yaitu:

  • Penetapan Harga Biaya Tambahan: Nantinya, harga jual akan dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh biaya dengan total keuntungan atau margin yang diharapkan.
  • Penetapan Harga Mark Up: Cara perhitungan ini cukup sederhana, kamu hanya perlu menjumlahkan keuntungan yang diharapkan dengan harga beli produknya. Jadi, perusahaan bisa mengetahui besaran persentase laba dari penjualan.

Manfaat dari Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP)

Manfaat dari Perhitungan Harga Pokok Penjualan

Kamu tidak bisa menentukan harga jual secara sembarangan. Jadi, mau tidak mau kamu harus memahami apa itu Harga Pokok Penjualan (HPP) dan cara perhitungannya.

Sebagai modal awal, kamu wajib mengetahui kemampuan daya beli dan minat masyarakat Indonesia. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan harga dari pesaing beserta Harga Pokok Penjualan (HPP).

Jika sudah mengetahui angka HPP, maka kamu bisa menentukan harga jual yang akan dipasarkan ke konsumen. Maksudnya, konsumen yang ingin membeli barang/jasa kamu, nantinya harus membayar Harga Pokok Penjualan dan laba bersih.

Selain berfungsi untuk menentukan laba bersih perusahaan, berikut ini adalah manfaat dari perhitungan HPP:

  • Dapat mengetahui jumlah bahan baku mentah hingga persediaan barang di dalam gudang.
  • Mengetahui berapa besaran biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang/jasa.
  • Harga Pokok Penjualan menjadi salah satu bagian paling penting dalam laba rugi perusahaan. Maka dari itu, kamu harus mengetahui jumlah HPP perusahaan.
  • Angka Harga Pokok Penjualan dapat membantu kamu untuk menentukan produksi barang/jasa,
  • Menentukan harga jual barang/jasa serta laba perusahaan.

Dapat dikatakan, bahwa Harga Pokok Penjualan merupakan kunci kesuksesan perusahaan untuk memproduksi barang/jasa, kemudian memasarkannya ke masyarakat.

Sebelum Memulai Bisnis, Perhatikan Hal Berikut Ini!

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan dalam bisnis

Saat kamu memutuskan untuk membangun bisnis, tentunya harus memiliki strategi dan perencanaan yang matang. Hal itu dilakukan agar bisnis bisa berjalan dan berkembang.

Tidak sedikit pebisnis yang harus berhenti di tengah jalan, karena kurangnya perencanaan. Dilansir dari entrepreneur.bisnis.com, berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis:

1. Melakukan Riset

Sebelum menentukan ide bisnis yang akan dijalankan, kamu harus melakukan riset terlebih dahulu. Dalam riset tersebut, kamu bisa mengetahui seberapa besar bisnis yang dijalankan akan berhasil.

Kamu harus memahami apakah produk yang ditawarkan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, siapa saja yang membutuhkannya, bagaimana dengan persaingan antara perusahaan kompetitor, dan bisnis sesuai dengan permintaan pasar.

2. Membuat Perencanaan

Jika membuat perencanaan yang matang, kamu bisa menjalankan bisnis mulai dari tahap awal hingga pengembangannya. Kamu juga bisa mencari suntikan dana dari para investor atau lembaga keuangan lainnya.

3. Atur Keuangan

Investasi awal yang kamu keluarkan akan digunakan untuk menutupi pengeluaran sebelum memperoleh keuntungan.

Dengan merencanakan keuangan, kamu bisa memprediksi kebutuhan dan pengeluaran selama satu tahun ke depan, seperti pemasaran, biaya sewa, gaji karyawan hingga produksi.

4. Mendaftarkan Brand Bisnis

Pastikan kamu telah memiliki nama atau brand dari bisnis yang dijalankan. Selanjutnya, kamu bisa memeriksa merek dagangnya. Setelah itu, segera daftarkan nama bisnis kamu.

Selain itu, kamu juga harus membuat website agar masyarakat bisa mengenal produkmu. Caranya, beli domain untuk bisnis yang kamu kembangkan.

5. Memiliki Sistem Akuntansi Keuangan

Sekecil apapun bisnis yang berjalan, pastinya harus memiliki sistem. Salah satu sistem yang harus dimiliki adalah akuntansi keuangan untuk mengelola anggaran, menetapkan harga, dan membayar pajak.

Kamu bisa mengatur sistem akuntansi keuangan secara manual atau menggunakan jasa akuntan.

Pebisnis mikro dan makro harus memahami bagaimana cara menghitung Harga Pokok Penjualan dengan metode identifikasi khusus. Hal itu bertujuan agar kamu bisa menetapkan harga jual dan beli dengan benar.

Baca Juga:

Setelah mengetahui cara menghitung Harga Pokok Penjualan di atas, kamu bisa memperoleh keuntungan saat berbisnis. Dengan mengetahui HPP, kamu juga bisa melakukan evaluasi agar bisnis menjadi lebih berkembang dan terstruktur.

Mau Belajar Bikin Website Sendiri dan Menghasilkan Uang dari Website Kamu? Sangat Cocok untuk Pemula yang Tidak paham pemrograman dan tidak punya background IT.

KLIK DI SINI UNTUK JOIN

Om Baldanhttps://ombaldan.id
Halo, Saya Om Baldan. Saya seorang Ayah dari 3 Anak dan Suami dari Seorang Istri yang Penuh Cinta. Profesi saya sebagai Fulltime Internet Marketer dan Onlinepreneur yang juga masih terus belajar.

Artikel Terkait

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Indonesia Website Awards