Cara Membuat Website Toko Online di WordPress (Lengkap)

Tren belanja online terus meningkat dari tahun ke tahun. Tidak heran, saat ini ada banyak sekali website toko online yang bisa kita temukan di internet.

Memiliki toko online wajib hukumnya jika kamu ingin sukses berjualan dengan memanfaatkan internet. Meski begitu, masih banyak orang yang belum memiliki website untuk bisnis onlinenya.

Alasannya tentu karena biaya pembuatannya mahal. Padahal sebenarnya tidak selalu demikian.

Kali ini, saya akan menunjukan, bagaimana cara membuat website toko online yang bisa kamu kerjakan sendiri.

Cara ini gratis, hanya perlu modal domain dan hosting.

Keuntungan Memiliki Toko Online

Ada banyak keuntungan memiliki toko online yang bisa kamu dapatkan. Di antaranya berikut ini.

1. Jangkauan Luas

Jika toko offline hanya bisa menjangkau orang-orang yang lewat depan tokomu, maka toko online bisa menjangkau orang-orang dari manapun. Bukan hanya Indonesia, bahkan dunia.

2. Biaya Murah

Membuka toko online tidak semahal membuka toko offline. Kamu tidak perlu sewa tempat yang bisa menghabiskan uang puluhan juta. Untuk membuat toko online kamu hanya perlu membeli domain dan sewa hosting, biayanya tidak sampai 2 juta.

3. Online 24 Jam

Toko online bisa buka 24 jam tanpa perlu ditunggu. Sekalipun kamu sedang tidur, orang tetap bisa mengunjungi tokomu dan melakukan pembelian. Berbeda sekali dengan toko offline yang jam bukanya terbatas. Kalopun 24 maka harus bayar karyawan untuk jaga.

Setelah tahu manfaatnya, ayo kita buat tokonya!

Tutorial Cara Membuat Website Toko Online

Berikut ini adalah langkah-langkah membuat toko online menggunakan WordPress.

  1. Tentukan nama domain
  2. Beli paket hosting
  3. Install WordPress
  4. Install Plugin WooCommerce
  5. Pilih Tema
  6. Setting Website
  7. Tambahkan Produk

Langsung saja kita mulai dari menentukan nama domain.

1. Menentukan Nama Domain untuk Toko Online

Membuat website apapun, memilih nama domain yang itu sangat penting. Apalagi jika yang dibuat sekelas toko online.

Kamu harus memilih nama domain yang unik dan mudah diingat. Bisa juga menyamakan nama domain dengan brand milik kamu.

Setelah menemukan nama domain yang kamu inginkan, jangan lupa untuk cek “masih tersedia atau tidak”. 

Catatan: Ekstensi domain .Com adalah yang paling populer dan umum digunakan. Namun, jika target marketmu hanya Indonesia, maka bisa juga menggunakan ekstensi domain .id.

2. Beli Paket Hosting

Sudah menentukan domain, kini saatnya memilih paket hosting.

Kamu perlu membeli hosting sebagai tempat penyimpanan seluruh konten toko onlinemu nantinya.

Ada banyak sekali penyedia hosting yang bisa dipilih. Kamu bisa menemukannya dengan cara mencari di Google. Namun saya sarankan kamu untuk menggunakan Niagahoster.

Kenapa harus Niagahoster?

Karena Niagahoster menyediakan pilihan paket hosting yang lengkap dan cocok untuk toko online.

Nggak cuma itu, Saya bisa bantu kamu untuk dapat diskon 5%. Caranya cukup masukan kode “ombaldan” saat pembelian.

Hosting yang cocok untuk web toko online, harganya 80 ribuan per bulan. Cukup mahal memang.

Jika kamu baru mulai belajar dan belum serius mengembangkan toko online, maka bisa memilih paket yang lebih murah.

3. Install WordPress

Sekarang kita sudah punya domain dan hosting, saatnya untuk install WordPress.

Install WordPress ini caranya sangat mudah, tetapi caranya install tidak akan saya bahas di artikel ini.

Karena saya sudah buatkan tutorial lengkapnya di artikel: Cara Membuat Website dengan WordPress.

Kamu bisa mempelajari cara installnya di artikel tersebut.

4. Install Plugin WooCommerce

WordPress sudah sukses terinstall di website, selanjutnya adalah install plugin WooCommerce.

Supaya website bisa memiliki fitur yang lengkap untuk toko online, perlu plugin yang namanya WooCommerce. Plugin ini gratis.

Keunggulan WooCommerce:

  • Gratis, tidak perlu bayar.
  • Memiliki banyak fitur yang keren.
  • Mudah digunakan, jadi gak perlu sewa developer website.
  • Kompatibel dengan banyak tema WordPress.

Untuk installnya langsung saja ikuti cara di bawah ini.

1. klik menu plugin > tambah baru

Image-1 cara membuat website toko online (1)

2. Ketikan WooCommerce di kolom pencarian, lalu klik pasang sekarang.

Image-1 cara membuat website toko online (2)

3. Setelah pemasangan selesai, klik Aktifkan.

Image-1 cara membuat website toko online (3)

4. Jika muncul seperti ini, klik tidak sekarang.

Image-1 cara membuat website toko online (4)

Plugin WooCommerce sudah terinstall di website, lanjut ke langkah berikutnya.

5. Pilih Tema WordPress

Ada banyak sekali tema wordpress toko online yang bisa kamu gunakan. Dari yang gratis sampai yang premium alias berbayar.

Di tutorial kali ini, saya akan menggunakan tema gratis yang bernama “Envo Storefront”.

1. Klik Tampilan > Tema > Tambah baru.

image-5 membuat web online shop

2. Cari tema Envo Storefront, lalu klik Install.

image-6 membuat online shop

3. Jangan lupa, klik Aktifkan setelah pemasangan selesai.

image-7 membuat web online store

4. Masuk kembali ke menu plugin > tambah baru. Cari plugin EnvoThemes Demo Import. Lalu klik pasang sekarang. Kemudian Aktifkan.

image-8 bikin website toko online

5. Kita juga perlu Install plugin elementor, caranya sama seperti di atas. Cari Elementor kemudian pasang sekarang > Aktifkan.

6. Kemudian kita akan install demo dari tema ini. Caranya klik Tampilan > Install Demos. Klik pada temanya > Go To Next Step > Install this Demo.

image-9 membuat web online shop
image-10 install demo theme toko online
image-11 install demo theme toko online

Tunggu hingga proses import demo selesai.

6. Setting Website

Langkah selanjutnya kita akan melakukan pengaturan website. Di bagian ini kita akan mengatur judul dan deskripsi toko.

Jika kamu sudah melakukan setting ini ketika install WordPress, maka bisa langsung skip. Tapi saya sarankan tetap ikuti supaya tidak ada yang terlewat.

1. Masuk ke menu Pengaturan > Umum. Isi bagian Judul situs dan juga slogan. Setelah itu, scroll ke bawah dan klik simpan.

image-12 setting website toko online
image-13 setting web toko online

2. Lalu klik menu Pengaturan > Membaca. Kemudian setting seperti gambar berikut ini.

image-14 seting reading web toko online

3. Tampilan website akan berubah menjadi seperti ini.

image-15 tampilan website toko online

7. Setting WooCommerce

Pada tutorial ke-4 kita sudah menginstall WooCommerce tetapi belum membuat settingan.

Nah, sekarang kita akan melakukan setting WooCommerce.

1. Masuk ke WooCommerce > Beranda.

image-16 pengaturan woocommerce

2. Isi alamat toko kamu secara lengkap. Setelah itu klik Lanjutkan.

image-17 pengaturan woocommerce

3. Pilih kategori toko online kamu. Di sini kamu bisa pilih lebih dari satu kategori.

image-18 pengaturan woocommerce

4. Langkah selanjutnya pilih jenis produk apa yang kamu jual, apakah produk fisik, produk digital, keanggotaan berbayar, dan lain-lain. Untuk versi Woocommerce gratis, kita hanya bisa memilih produk fisik atau unduhan (produk digital).

pengaturan woocommerce

5. Bagian selanjutnya kamu harus memberitahukan berapa banyak produk yang rencananya akan kamu tampilkan di toko online.

Untuk pertanyaan kedua bisa pilih “No”. Kemudian setting Market on Facebook, Contact customers with Mailchimp, dan Drive sales with Google Ads, dinonaktifkan semua.

image-20 pengaturan woocommerce

6. Pada bagian pemilihan tema, langsung saja scroll ke bawah kemudian pilih skip this step. Karena kita sudah menggunakan tema Envo Storefront.

image-21 pengaturan woocommerce

7. Selanjutnya akan ada tawaran untuk menghubungkan WooCommerce dengan Jetpack. Karena di sini saya tidak menggunakan Jetpack, maka bisa pilih “Tidak, Terimakasih”.

image-22 pengaturan woocommerce

8. Masih di WooCommerce > Beranda, selanjutnya kita akan melakukan setting masalah pengiriman. Jika kamu menerapkan ongkir yang sama ke semua wilayah, maka bisa isikan nominalnya di sini. Jika tidak, maka bisa dibiarkan kosong.

image-23 pengaturan woocommerce
image-24 pengaturan woocommerce

9. Selanjutnya masuk ke setting pembayaran di “setup payment”. Kamu bisa memilih jenis pembayaran di sini, ada paypal, COD, dan transfer bank.

image-25 pengaturan woocommerce

Jika kamu menggunakan pembayaran transfer bank, bisa klik set up dan isi semua detail akun bank kamu.

image-26 pengaturan woocommerce

8. Tambahkan Produk

Kita sudah melakukan pengaturan pada Plugin WooCommerce, kini saatnya untuk upload produk kamu. Kamu bisa menambahkan produk dengan cara mengikut langkah-langkah berikut ini.

1. Masuk ke menu produk > tambah baru.

image-27 tambah produk di website toko online

2. Masukan judul/nama produk dan deskripsinya. 

image-28 tambah produk di website toko online

3. Tambahkan juga kategori produk. Letaknya ada di sebelah kanan. Kamu bisa menambah kategori baru, dengan cara klik tambahkan kategori baru. Masukan nama kategorinya.

image-29 tambah produk di website toko online

4. Lanjut scroll ke bawah pada bagian data produk. Di sini kita akan melakukan setting harga, kode produk, dan berat produk.

Pertama untuk harga. Masukan harga produk kamu di kolom yang telah disediakan.

image-30 tambah produk di website toko online

Kemudian kamu bisa juga memasukan kode produk dan jumlah stok di menu Inventaris. Kode SKU ini akan memudahkan kamu dan pembeli untuk menemukan barang.

Centang pada kelola stok jika kamu ingin menampilkan jumlah stok produk.

image-31 tambah produk di website toko online

Lalu ke bagian pengiriman, di sini kamu bisa memasukan berat produk dan ukuran atau dimensinya.

image-32 tambah produk di website toko online

5. Tambahkan deskripsi singkat mengenai produk kamu di kolom Deskripsi Singkat Produk.

image-33 menambahkan deskripsi produk

6. Jangan lupa untuk menambahkan gambar produk. Letaknya ada di sebelah kanan bawah.

Jika gambar produknya hanya satu, bisa pilih atur gambar produk.

Jika gambarnya lebih dari satu maka pilih yang tambahkan galeri gambar produk.

image-34 menambahkan deskripsi produk

7. Setelah selesai menambahkan gambar, scroll ke atas lalu klik terbitkan.

image-35 publish produk

8. Setelah di terbitkan, tampilan produk kamu akan seperti ini.

image-36 tampilan produk toko online

9. Sekarang kita akan menambahkan gambar untuk kategori setiap produk. Jadi, ketika pengunjung akan bisa melihat gambar dari setiap kategori yang ada.

Masuk ke menu Produk > Kategori. Lalu pilih kategori yang akan diberi gambar, klik Sunting.

image-37 menambahkan gambar kategori

Upload gambarnya, lalu klik perbarui.

image-38 menambahkan gambar kategori

9. Optimasi Toko Online

Selamat, kamu sudah bisa membuat toko online sendiri. Kini saatnya untuk mengoptimalkan dan mengembangkannya.

Pertama, kamu bisa mulai melengkapi tokomu dengan semua produk yang ingin kamu jual. Jangan lupa untuk mengubah dan menghapus kategori, foto-foto, artikel, dan lain-lain yang merupakan bawaan dari tema.

Kedua, Daftarkan website kamu ke Google Search Console dan Google Analytics. Ini agar website toko online kamu bisa muncul di Google.

Ketiga, Selalu maintenance website secara rutin. Lakukan update pada plugin dan tema jika ada pemberitahuan untuk melakukan update.

Keempat, Update produk dan artikel secara rutin. Update artikel penting dilakukan untuk mendatangkan traffic dari Google. Pastikan artikel yang ditulis sesuai dengan niche toko onlinemu.

Misal kamu menjual baju, maka artikelnya bisa seputar tips-tips fashion.

Saatnya Praktek!

Sudah siap untuk membuat toko online? Jika masih ada pertanyaan atau hal-hal yang tidak kamu mengerti, jangan sungkan untuk hubungi saya.

Demikian tutorial cara membuat website toko online dengan menggunakan WordPress dan WooCommerce. Terus lakukan trial dan error sampai kamu mahir, jangan takut salah. Jika ingin lebih cepat menguasai tentang pembuatan website, kamu bisa belajar di sini.

Semoga bermanfaat!

Om Baldanhttps://ombaldan.id
Halo, Saya Om Baldan. Saya seorang Ayah dari 3 Anak dan Suami dari Seorang Istri yang Penuh Cinta. Profesi saya sebagai Fulltime Internet Marketer dan Onlinepreneur yang juga masih terus belajar.

Tulisan Terbaru

7 Cara Membangun Bisnis Online dari Nol untuk Pemula, Lengkap Ebook PDF

Salah satu peluang bisnis yang menjanjikan untuk kamu tekuni adalah bisnis online. Apalagi di era digital ini serta dengan semakin meningkatnya pengguna...

Bisnis Multi Level Marketing, Pantaskah Ditekuni?

Kalau boleh jujur, saya juga sebenarnya pernah menekuni bisnis Multi Level Marketing mulai dari sejak masih kuliah hingga setelah menikah dan dari...

Pentingnya Website untuk Bisnis Kamu, Ini 9 Alasannya!

Saat ini website sudah merupakan konsumsi publik tiap hari untuk berbagai macam keperluan dengan semakin meluasnya pengguna internet di Indonesia. Kamu selaku...

Perbedaan Penjualan dan Pemasaran, Wajib Kamu Tahu

Tulisan kali ini Om Baldan akan membahas topik mengenai apa sih perbedaan penjualan dan pemasaran? Karena, banyak yang sebenarnya nggak benar-benar tahu...

Macam-macam Hosting, dari Gratis Hingga yang Bayar

Bagi kamu yang punya usaha jasa pembuatan website, web design seperti saya ataupun yang sedang dan sudah pernah belajar mengenai jaringan pasti...

18 Cara Meningkatkan Penjualan Online, Mudah Kamu Lakukan

Memperoleh Omset dan keuntungan yang besar adalah impian setiap pelaku bisnis, baik bisnis skala kecil ataupun besar. Agar bisa memenuhinya, maka dituntut...

7 Cara Membangun Tim Kerja yang Baik untuk Bisnismu

Peran tim atau sumber daya manusia merupakan hal utama ketika kita membangun bisnis. Sayangnya, masih banyak yang belum bisa menjalankannya dengan baik,...

Artikel Terkait

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here