Apa Itu Bisnis Produk Digital dan Bagaimana Memulainya?

Bisnis produk digital beberapa tahun belakangan semakin dilirik, apakah kamu salah satunya? Bisnis digital ini merupakan bisnis yang menjual produk yang hanya memiliki bentuk digital. 

Produk digital atau produk yang tidak memiliki bentuk fisik, tidak bisa dipegang dan hanya bisa dilihat serta dirasakan manfaatnya. Semuanya hanya bisa diakses dalam bentuk digital saja.

Bagi penjual produk digital mereka tidak perlu menyediakan gudang penyimpanan barang yang besar. Penjual juga tidak perlu memikirkan masalah stok sama sekali karena tidak akan habis. 

Belum lagi, produk digital pasarnya besar, banyak yang membutuhkan, dan jenisnya juga beragam. Berbagai background bisa memulai bisnis produk digital mereka sendiri karena peluang bisnis di era digital ini semakin berkembang. 

Contoh Bisnis Produk Digital

Contoh Bisnis Produk Digital

Contoh bisnis digital jika dihitung dari produknya sendiri  ada sangat banyak. Tetapi, semua itu apabila dikategorikan ada 3 macam bentuk atau jenis produk digital yang saat ini berkembang, yaitu :

  • Produk digital
  • Membership
  • Kelas Online

Contoh Produk Digital

Produk digital yang masuk ke kategori ini adalah produk yang memang ada produknya, tapi bentuknya digital bukan fisik. Contohnya:

  • Software
  • Website builder
  • Website hosting
  • eBook
  • Game
  • Musik
  • Video
  • Design
  • Photography

Membership

Membership adalah produk digital yang lebih kepada izin yang diberikan untuk memperoleh konten eksklusif atau premium. Mudahnya, kalau kamu bukan member ya tidak bisa melihat konten tersebut. 

Contohnya, Lysn aplikasi membership komunitas penyanyi, atau website dengan konten premium seperti Cookpad. 

Contoh lain dari produk digital yang berupa membership yaitu:

  • WordPress membership plugin
  • Youtube premium
  • Patreon
  • Twitch Turbo
  • New York Times Premium
  • Scribd Premium

Kelas Online

Kelas online adalah produk digital yang menawarkan program pendidikan tapi hanya dalam lingkup digital saja.  Sama seperti sekolah atau tempat kursus biasa, ada guru, siswa, dan perangkat pembelajarannya. 

Kelas online ini juga mengeluarkan sertifikat dan bagi kelas dengan spesifikasi tertentu juga bisa digunakan. Artinya sertifikat bukan hanya menunjukan bahwa kamu pernah mengikuti kelas tersebut tetapi bisa masuk di kurikulum vitae. 

Apabila kelas online yang diambil sama dengan sks yang dibutuhkan, juga bisa dihitung. Ini berlaku bagi kelas online yang diadakan oleh universitas. 

Apa saja contoh-contoh produk digital yang menawarkan kelas online? Berikut di antaranya:

  • Udemy
  • Coursera
  • Skill Academy (Indonesia)
  • Pintaria (Indonesia)
  • Arkademi (Indonesia)
  • Oxford University
  • Harvard University

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Produk Digital?

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Produk Digital

Setelah tahu apa saja contoh produk digital, kira-kira mana yang paling cocok atau ingin dicoba?

Apabila sudah tahu mana atau ada ide produk digital yang menurut kamu menjanjikan, bagaimana memulai bisnisnya?

1. Pikirkan dengan Matang Idenya

Apakah ide bisnis digital  yang kamu pikirkan ada pasarnya? Apakah pasarnya besar, sudahkah ada pesaing? 

Untuk mencari tahu hal ini kamu bisa pergi ke forum-forum diskusi yang berkaitan dengan idemu. Bisa juga melihat calon kompetitor, bagaimana penjualan dan perkembangan mereka. 

Kemudian apakah kamu punya kemampuan mumpuni di bidang itu? Apabila tidak punya skill yang cukup, harus apa?

Sebelum memutuskan apakah ide akan dieksekusi, pastikan dahulu jawaban dari pertanyaan di atas. 

2. Tentukan Spesifik Produk Digital yang Dijual

Apabila kamu punya ide untuk menjual jenis produk tertentu, tentukan dengan spesifik apa produknya. Contoh, kamu ingin menjual eBook tentang tanaman, tapi apa yang dibahas? Cara merawat, penyakit, atau fokus di satu tanaman?

Untuk menentukan produk yang spesifik, ini bisa dikaitkan dengan skill dan pengetahuan yang kamu miliki. Setelah itu, riset pasar lebih lanjut juga diperlukan untuk menentukan mana yang lebih dicari konsumen. 

3. Tentukan Siapa Target Market

Menentukan target market berhubungan dengan bagaimana hasil akhir produk yang dibuat. Mulai dari fitur yang dimiliki produk, bentuk produk, desain produk, sampai bagaimana nantinya produk akan dipasarkan dipengaruhi target market. 

Misalnya apabila produk berupa eBook, maka siapa marketnya? Anak-anak, remaja, petani, orang awam, umum atau siapa? Penulisan, isi, gaya bahasa, sampul, hingga nantinya bagaimana produk dipasarkan tentunya akan berbeda.

4. Modal yang Diperlukan Untuk Memulai Bisnis

Menghitung modal yang diperlukan dan mengetahui modal yang mampu dikeluarkan itu penting. Pada saat penyusunan modal, dana yang ada juga tidak boleh hanya pas. Sebagai pebisnis resiko gagal selalu ada, untuk itu memiliki dana darurat sangat penting. 

Perhitungan modal juga tidak hanya untuk biaya produksi, tetapi promosi, dan biaya operasional juga dihitung. 

5. Membuat Produk Digital

Kamu sudah tahu mengenai produk digital yang akan dibuat, hingga siapa marketnya maka selanjutnya ke pembuatan produk.

Di awal kamu sudah melakukan riset pasar bukan sebelum menentukan produknya bukan? Riset itu bisa dipakai ketika tahapan membuat produk digital.

Dengan data riset kamu bisa tahu bagaimana caranya agar produk lebih menarik, dan berbeda. Apa yang bisa ditambahkan sehingga produk lebih menarik dari yang dimiliki pesaing. Tidak hanya skill dan pengetahuan, kreativitas juga dibutuhkan dalam proses pembuatan produk digital.

Apabila dalam prosesnya bekerja sama dengan pihak lain, maka pastinya visinya sama. Pastikan pula partner tahu apa yang kamu inginkan dari produk dan bagaimana hasil akhirnya. 

6. Memilih Platform Untuk Memasarkan Produk Digital

Memilih platform untuk memasarkan produk digital tentunya ditentukan berdasarkan target market. Di bawah ini ada beberapa marketplace produk digital terpercaya yang bisa kamu jadikan pilihan:

  • Google Playstore (Aplikasi dan eBook)
  • Amazon Kindle  (eBook)
  • Udemy (Kelas Online)
  • Patreon (membership program berupa video, musik, komik, dll)
  • Shutterstock (foto)
  • Fastspring (software)
  • Ratakan (marketplace produk digital Indonesia)

Menjual produk digital di marketplace  seperti Shopee, Bukalapak, atau Tokopedia sebenarnya juga bisa.

Hanya saja, marketplace tersebut tidak dikhususkan untuk menjual produk digital. Jadi, penjual harus lebih giat dalam hal promosi karena biasanya hanya dipakai untuk tempat transaksi saja. 

Baca Juga:

7. Bagaimana Memasarkan Produk Digital?

Memasarkan produk digital lebih sulit dari memasarkan produk yang memiliki bentuk fisik. Untuk produk digital, membuat mereka tertarik, ingin tahu, serta mau mencoba sangat penting. 

Beberapa strategi promosi di bawah ini bisa kamu coba untuk memasarkan produk digital diantaranya:

  • Membuat konten yang berhubungan dengan produk di media sosial
  • Mengadakan pre launch event
  • Memberikan masa percobaan
  • Memberikan preview produk 
  • Bekerja sama dengan influencer yang memiliki konten sesuai dengan produk
  • Review dari ahli atau orang yang akan dipercaya konsumen 
  • Diskon

Bisnis produk digital jika dibandingkan dengan bisnis online lain memang lebih fleksibel dan pasarnya lebih luas. Dengan pasar yang lebih luas, kemungkinan untuk berhasil juga lebih besar.

Hanya saja, produk kamu harus benar-benar memberikan value dan berbeda dari yang sudah ada. Selain itu, teknik promosi atau marketing yang tepat juga akan menentukan kesuksesan produk digital kamu.

Sudah siap untuk membuat produk digital pertamamu?

Mau Belajar Bikin Website Sendiri dan Menghasilkan Uang dari Website Kamu? Sangat Cocok untuk Pemula yang Tidak paham pemrograman dan tidak punya background IT.

KLIK DI SINI UNTUK JOIN

Om Baldanhttps://ombaldan.id
Halo, Saya Om Baldan. Saya seorang Ayah dari 3 Anak dan Suami dari Seorang Istri yang Penuh Cinta. Profesi saya sebagai Fulltime Internet Marketer dan Onlinepreneur yang juga masih terus belajar.

Artikel Terkait

2 Comments

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here