Apa yang Dimaksud dengan Investasi? Pahami Ini Sebelum Terlambat

Investasi adalah sebuah kata yang sudah umum dan sering kita dengar. Bahkan, istilah ini kadang juga digunakan pada hal-hal yang tidak berhubungan dengan finansial. Tapi, apa yang dimaksud dengan Investasi dalam pengertian yang sebenarnya?

Bagi mereka yang sudah lama berkecimpung dalam dunia investasi, baik lokal maupun internasional, tentu istilah seperti ini bukanlah sesuatu yang asing lagi.

Akan tetapi bagi pemula, saya percaya kamu masih membutuhkan penjelasan yang cukup mengenai apa yang dimaksud dengan investasi, jenis investasi dan cara berinvestasi.

Berikut adalah penjelasan sederhana yang Insya Allah dapat membantu kamu memahaminya.

Apa yang Dimaksud dengan Investasi

Apa yang Dimaksud dengan Investasi 2

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Investasi adalah Penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan

Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan, pengertian dari investasi adalah Penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva tetap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan (investment).

Jika kita merujuk di wikipedia, Investasi adalah suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut.

Jadi, hemat saya mengenai apa yang dimaksud dengan investasi yaitu suatu upaya menanamkan modal kita agar memperoleh keuntungan dan manfaat di waktu yang akan datang. Modal itu tentunya tidak hanya berupa uang saja, tetapi juga bisa saja dari sumber daya yang lain.

Kamu belajar, kursus, sekolah dan kuliah, misalnya, bisa juga dianggap sebagai sebuah investasi karena kamu menginvestasikan waktu dan pikiran kamu (sumber daya) dengan harapan mendapatkan manfaat setelah lulus (manfaat masa depan).

Sementara dalam pengertian investasi yang kaitannya dengan finansial adalah ketika kamu menyimpan uang dalam aset keuangan, seperti saham atau obligasi, dengan harapan bisa memperoleh lebih banyak uang di masa yang akan datang.

Jenis Investasi

jenis investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek

Kamu mau memulai berinvestasi tapi masih bingung memilih jenis investasi yang cocok untuk kamu? Tenang, sebentar lagi kamu akan memperoleh informasi lebih jauh banyak mengenai hal ini.

Investasi umumnya terbagi menjadi dua jenis berdasarkan jangka waktunya, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Yuk simak penjelasannya masing-masing..

Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek adalah investasi yang memungkinkan kamu sebagai investor memperoleh keuntungan dalam kurun waktu tidak lama, mulai dari 1-3 tahun. Artinya, kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih cepat.

Sayangnya, perlu kamu pahami bahwa jenis investasi jangka pendek biasanya memberikan return atau keuntungan yang lebih kecil.

Jenis investasi jangka pendek ini bisa kamu jadikan pilihan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek kamu. Seperti, untuk kebutuhan liburan ke singapura 1 tahun ke depan, atau mau umroh 3 tahun yang akan datang.

Contoh Investasi Jangka Pendek

contoh investasi jangka pendek

Berikut ini saya sertakan contoh-contoh pilihan investasi jangka pendek yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan kamu:

  • Tabungan Bank

Saya memasukkan produk Tabungan Bank sebagai contoh investasi jangka pendek pertama. Instrumen ini merupakan salah satu instrumen yang paling mudah dan cepat untuk bisa menginvestasikan uang.

Siapapun bisa melakukan investasi jenis ini. Kamu tinggal datang ke Bank, mendaftarkan diri untuk ikut Program Tabungan tertentu.

  • Deposito

Contoh investasi jangka pendek berikutnya adalah Deposito. Jika kamu mau dapat persentase bunga dan return yang cukup tinggi, kamu bisa mencoba membuka deposito.

Tapi ingat, kamu tidak bisa mengambil uang yang sudah kamu masukkan hingga jangka waktu yang telah ditentukan.

Untuk memulainya, kamu tinggal ke Bank Favorit kamu. Setoran awal yang dibutuhkan untuk membuka deposito biasanya minimal Rp 5.000.000.

  • Reksa Dana

Ini salah satu instrumen investasi favorit saya, Reksadana.

Reksadana adalah jenis investasi yang sangat cocok untuk pemula, apalagi kamu yang tidak punya banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko terhadap investasi kamu. Dana investasi yang kamu tentukan nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi.

Ada beberapa jenis reksadana yang bisa kamu pilih, mulai dari Reksdana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, hingga pasar saham. Tapi, menurut saya Ada 2 jenis reksa dana yang cocok digunakan sebagai pilihan investasi jangka pendek, yaitu:

Reksa dana pasar uang: dana kamu nantinya akan diinvestasikan pada instrumen pasar uang, seperti surat berharga pasar uang, sertifikat Bank Indonesia, sertifikat deposito, dan sebagainya.

Reksa dana pendapatan tetap: dana kamu nantinya akan diinvestasikan sebesar 80% pada surat berharga berbasis utang atau obligasi, yang merupakan bagian dari instrumen pasar modal.

Untuk memulai berinvestasi di instrumen reksa dana, kamu bisa mendatangi kantor manajer investasi atau Bank Custodian. Kalau bingung, kamu bisa ke Bank dan bertanya langsung ke pihak banknya tentang Reksa Dana.

Tapi, saat ini kamu tidak perlu meninggalkan rumah kamu untuk mulai berinvestasi di Reksadana, karena kamu cukup menginstall aplikasi Bibit di Handphone kamu. Silahkan Download dan Install terlebih dahulu.

Jika kamu mau dapat Cashback Rp. 25.000 saat mendaftar, kamu boleh gunakan Kode Referal “ombaldantamvan” (tanpa tanda petik) saat pertama kali membuat akun di Bibit. Untuk topup sendiri, bisa melalui transfer Bank Lokal atau dari eWallet seperti GoPay atau OVO.

  • P2P Lending

P2P Lending merupakan singkatan dari Peer to Peer Lending, yaitu sebuah platform yang mempertemukan antara pemodal dengan mereka yang butuh tambahan modal atau dana untuk berbagai kebutuhan. Sederhananya, P2P Lending adalah solusi bagi mereka yang membutuhkan modal di luar bank.

Bagi investor biasanya, berinvestasi di P2P Lending lumayan menguntungkan dengan return yang bahkan ada platform yang bisa memberikan 18% per Tahun. Nah, menurut saya instrumen ini sangat cocok untuk investasi jangka pendek.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap, investasi di P2P Lending boleh dibilang risikonya lebih tinggi.

Maka dari itu, ada baiknya kamu cari informasi lebih banyak dulu sebelum mulai berinvestasi.

Oh ya, jika kamu menjadi investor di P2P Lending, secara tidak langsung kamu juga telah membantu UMKM dan usaha rumahan untuk berkembang lho!

  • Obligasi

Contoh investasi jangka pendek yang kelima adalah obligasi. Apa itu? Obligasi adalah surat utang. Jenis investasi jangka pendek yang satu ini tergolong cukup aman, apalagi jika penerbit obligasinya adalah pemerintah.

Hanya saja, meski cukup aman, akan tetapi sebagai jenis investasi jangka pendek, risiko obligasi juga ada dan cukup besar.

Investasi Jangka Panjang

Lain halnya dengan jenis investasi jangka pendek, investasi jangka panjang membutuhkan waktu yang jauh lebih lama agar kamu bisa menikmati hasilnya. Keuntungan bisa kamu rasakan dalam waktu 5 tahun, belasan tahun, bahkan hingga puluhan tahun ke depan.

Akan tetapi, walaupun terbilang lebih lama, investasi kamu bisa menerima return yang lebih tinggi. Dengan demikian, maka kamu bisa memenuhi kebutuhan jangka panjang dengan cara menginvestasikan uang kamu pada instrumen investasi jangka panjang ini.

Contoh Investasi Jangka Panjang

contoh investasi jangka panjang

Apa saja instrument investasi untuk kategori jangka Panjang yang bisa kamu pilih? Yuk, dibaca lagi bahasan kita berikut ini…

1. Saham

Beberapa tahun terakhir ini, gairah masyarakat dalam berinvestasi pada saham ini lumayan tinggi, terutama karena akses terhadap pasar saham juga kini semakin mudah. Saat ini ada banyak perusahaan sekuritas yang bisa diakses untuk mendaftar dan memulai berinvestasi di pasar saham.

Tapi ingat, jangan lupa belajar dulu lebih dalam mengenai saham. Terutama jika memang tujuan investasi kamu adalah jangka panjang, minimal kamu mesti paham juga bagaimana cara analisis fundamental di pasar saham itu sendiri.

Baca: Apa yang Dimaksud dengan Saham

2. Reksa Dana

Lha kok reksadana lagi? Tenang dulu..

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa ada beberapa jenis reksadana, ada Reksdana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, hingga reksdana saham.

Dua reksadana yang saya sebutkan cocok untuk investasi jangka pendek, dan itu sudah saya jelaskan sebelumnya terkait ini.

Nah, pada bagian ini kita akan beralih ke dua jenis reksa dana yang terakhir yang lebih cocok jika digunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang, yaitu reksadana campuran dan reksdana saham.

Reksa dana campuran adalah reksa dana di mana dana investor dialokasikan ke produk pasar uang, obligasi, dan instrumen pasar modal.

Sementara, Reksa dana saham adalah reksa dana mana dana investor akan dialokasikan ke instrumen pasar modal, dalam hal ini saham, sebesar 80% dan 20%-nya akan dialokasikan ke instrumen pasar uang dan obligasi.

3. Properti

Properti yang dalam hal ini seperti Tanah dan Bangunan, termasuk salah satu instrumen investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan dengan tingkat risiko yang rendah, nilai aset yang makin tinggi setiap tahun, dan bisa dimanfaatkan sebagai aset aktif yang bisa mendatangkan passive income

Umumnya, ada 2 jenis properti yang bisa kamu pertimbangkan untuk dijadikan sebagai produk investasi, yaitu properti residential (properti sewaan untuk hunian, seperti rumah petak atau kost), dan properti komersial (seperti ruko, rukan, dan sebagainya)

Hanya saja, investasi di bidang ini tentu kamu harus menyediakan dana yang besar, mengingat harga sebuah rumah type 36 saja di lokasi yang masih kelas C sekarang harganya sudah ratusan juta. Tapi, jika memang kamu sudah siap, ya gaas aja kaka. Hehe

4. Emas

Emas mungkin termasuk pilihan investasi yang digemari banyak orang, dan emas dianggap sebagai investasi yang cukup menguntungkan. Selain itu, sebagian orang juga menganggap emas sebagai alat anti inflasi, dikarenakan harga emas yang cenderung selalu naik seiring kenaikan inflasi juga.

Terkait investasi emas, kamu bisa memulainya dengan berinvestasi emas di pegadaian. Saya sudah menuliskan sebelumnya tentang Cara Berinvestasi Emas di Pegadaian. Kamu baca juga ya, biar melengkapi pengetahuan kamu hari ini.

Tips Investasi untuk Pemula

Tips Investasi untuk Pemula

Saat ini, sudah begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk melipatgandakan uang kamu, dan salah satunya dengan berinvestasi.

Akan tetapi, bukan berarti dengan berinvestasi maka uang kamu secara otomatis bisa langsung bertambah, karena selain return yang menarik juga ada risiko yang bisa saja terjadi.

Tapi, jika kamu mau lebih giat mempelajari dan memulai investasi dengan cara yang benar, maka kamu bisa menjadi investor yang baik dan sukses kelak.

Nah, berikut ini tips yang bisa kamu lakukan agar investasi kamu bisa berjalan sesuai yang diharapkan dan tentunya memberikan keuntungan yang baik.

1. Kenali Profil Risiko

Hal yang paling penting kamu pahami dulu adalah kenali diri kamu sendiri. Kamu harus mengenali seperti apa tingkat toleransi diri kamu sendiri terhadap risiko dari setiap instrumen investasi yang akan kamu pilih. Kenapa hal ini sangat penting?

Karena, jangan sampai kamu inginnya mendapatkan keuntungan dengan cepat dan akhirnya memilih jenis investasi yang cukup agresif.

Memilihnya sih gak salah, cuma kalau kamu bisa stres karena melihat fluktuasi harga pasar, harga turun sedikit sudah panik dan mau jual, maka mending kamu simpan saja dulu uang kamu. Hehe

2. Lihat Kebutuhan dan Tujuan

Tips selanjutnya adalah pikirkanlah sasaran finansial kamu. Sebaiknya, luangkan waktu untuk berpikir mengenai apa sih tujuan kamu berinvestasi, mengapa kamu mau berinvestasi.

Selain itu, sebaiknya kamu pisahkan antara tujuan investasi jangka pendek, menengah dan juga investasi jangka panjang kamu. Perencanaan investasi ini sangat penting dan harus atas dasar tujuan keuangan kamu.

3. Sesuaikan Jenis Investasi dengan Gaji

Hal paling penting lainnya adalah dalam memilih jenis investasi. Jenis investasi yang kamu pilih sebaiknya sesuai dengan kemampuan kamu saat ini.

Jika gaji kamu misalnya di bawah 4 Juta Rupiah, maka sebaiknya pilih investasi yang risikonya rendah. Seperti, tabungan berjangka, reksa dana, emas dan sebagainya.

Investasi dengan risiko rendah seperti itu sangat cocok bagi kamu yang bermodal kecil dan belum punya pengalaman yang cukup.

Sedangkan untuk investasi saham boleh dibilang terbilang kurang cocok karena modal yang dibutuhkan cukup besar dan risikonya juga tinggi.

4. Pilih Investasi Kebal Inflasi

Tips investasi selanjutnya adalah Pilihlah jenis Investasi yang Kebal Inflasi. Ada beberapa instrumen investasi yang sebenarnya layak untuk kamu pilih seperti obligasi, saham, reksa dana, properti, deposito, valas dan emas.

Akan tetapi, tidak semua instrumen investasi bisa kebal terhadap inflasi. Artinya, nilai investasi kamu bisa menurun khususnya jika perusahaan juga sedang mengalami keterpurukan ekonomi selama masa inflasi tersebut.

Untuk itu, sebaiknya kamu berhati-hati lagi dalam memilih instrumen investasi.

5. Diversifikasi

Diversifikasi ini termasuk cara terbaik dalam berinvestasi terutama untuk meminimalkan tingkat risiko. Pernah dengar kalimat “Hindari menaruh telur dalam satu keranjang”? Saya percaya kamu paham artinya.

Jadi, meski pada saat awal investasi kamu prospeknya bagus, namun bagaimanapun juga kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Jika resiko buruk terjadi, maka kamu harus bersiap kehilangan segalanya.

Oleh sebab itu, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah dengan menyebar investasi kamu di tempat yang berbeda. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kamu tidak perlu sampai kehilangan segalanya.

6. Selalu Belajar

Hal yang tak kalah pentingnya adalah kamu harus terus belajar dan update pengetahuan kamu seputar investasi dan literasi keuangan. Beli buku-buku yang sesuai, baca artikel, ikut seminar, dan segala bentuk yang dapat menambah wawasan kamu tentang dunia keuangan.

Mentor saya sering mengatakan, Investasi terbaik adalah investasi leher ke atas. Artinya investasi terbaik adalah dengan terus menambah ilmu.

7. Konsisten

Nah terakhir yang tentunya tak kalah pentingnya, adalah konsistensi. Ini yang biasanya sangat susah, saya sendiri juga kadang gak konsisten dengan apa yang saya lakukan. Tapi bagaimanapun ini harus dibiasakan.

Contoh kecilnya saja. Modal untuk kita pakai berinvestasi kadang kita pakai buat keperluan lain yang dirasa lebih darurat.

Memang semuanya kembali ke diri kamu sendiri. Itulah kenapa di awal sangat disarankan untuk menentukan tujuan dan sasaran investasi.

Jadi kunci suksesnya adalah Kamu harus konsisten dengan rencana kamu, konsisten belajar, konsisten dalam pilihan investasi kamu.

Baca Juga: Aplikasi Jenius; Cara Mudah dan Aman untuk Menabung dan Investasi

Penutup

Kita telah membahas banyak tentang apa yang dimaksud dengan investasi, jenis investasi, contoh investasi jangka pendek dan jangka panjang, hingga tips dalam berinvestasi.

Saran saya, sebaiknya pertimbangkanlah segala sesuatunya dengan baik sebelum kamu memutuskan memilih jenis investasi tertentu. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial kamu dan yang paling penting adalah…

Berinvestasilah sekarang juga..!!!

Om Baldanhttps://ombaldan.id
Halo, Saya Om Baldan. Saya seorang Ayah dari 3 Anak dan Suami dari Seorang Istri yang Penuh Cinta. Profesi saya sebagai Fulltime Internet Marketer dan Onlinepreneur yang juga masih terus belajar.

Artikel Terkait

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here